Skip to main content

Teori Pengertian Pengendalian Diri Ketika Mendapat Nilai Belajar Rendah

Menurut Gunarsa (2004:252) “pengendalian diri berarti kemampuan individu untuk menahan keinginan yang bertentangan dengan tingkah laku yang tidak sesuai dengan norma sosial dapat diidentikkan sebagai kemampuan individu untuk bertingkah laku sesuai dengan norma sosial yang berlaku”.

Menurut Berk (Gunarsa, 2004:251) “pengendalian diri adalah kemampuan individu untuk menahan keinginan atau dorongan sesaat yang bertentangan dengan tingkah laku yang tidak sesuai dengan norma sosial”. Logue (dalam Nurihsan, 2005) “memaknai pengendalian diri lebih menekankan pada pilihan tindakan yang akan memberikan manfaat keuntungan yang lebih luas dengan cara menunda kepuasan sesaat (choice are delay gratification and immediate gratification)”.Pengendalian diri menurut Messina & Messina (Gunarsa, 2004:251) adalah seperangkat tingkah laku yang berfokus pada keberhasilan mengubah diri pribadi, keberhasilan menangkal pengrusakan diri (self-destructive), perasaaan mampu pada diri sendiri, perasaan mandiri (autonomy) atau bebas dari pengaruh orang lain, kebebasan menentukan tujuan, kemampuan untuk memisahkan kemampuan perasaan dan pikiran rasional, serta seperangkat tingkah laku yang berfokus pada tanggung jawab atas diri pribadi.

Sedangkan menurut Gilliom et al. (Gunarsa, 2004:251) pengendalian diri adalah kemampuan individu yang terdiri dari tiga aspek, yaitu kemampuan mengendalikan atau mehanan tingkah laku yang bersifat menyakiti atau merugikan orang lain (termasuk di dalam aspek tapping aggressive and dellinguent behaviors), kemampuan untuk bekerja sama dengan orang lain dan kemampuan untuk mengikuti peraturan yang berlaku (termasuk di dalam aspek cooperation), serta kemampuan untuk mengungkapkan keinginan atau perasaan kepada orang lain, tanpa menyinggung atau menyakiti perasaan orang lain tersebut (termasuk dalam aspek assertivense).

Nurihsan (2005) mengemukakan dalam bahasa umum pengendalian diri adalah “tindakan menahan diri untuk tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang akan merugikan dirinya di masa kini dan di masa yang akan datang”. Sedangkan dalam bahasa agama pengendalian diri itu adalah upaya untuk menjaga diri dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama. Disimpulkan bahwa pengendalian diri adalah kemampuan individu mengontrol pikiran dan tingkah laku dalam mengungkapkan perasaan kepada orang lain serta kemampuan mempertimbangkan dampak positif dan negatif dalam mengambil keputusan sehingga tidak merugikan diri sendiri dan orang lain di masa kini dan masa yang akan datang.

Popular posts from this blog

Beberapa Teknik yang digunakan dalam Konseling Kelompok (Bimbingan Konseling)

TEKNIK – TEKNIK KONSELING KELOMPOK Berikut ini adalah beberapa Teknik atau cara yang sering dan dapat digunakan (situasional) untuk kegiatan konseling kelompok dalam bimbingan dan konseling 1. Teknik Re-inforcement (penguatan) Salah satu metode dalam menstimulasi spontanitas dan interaksi antara anggota kelompok adalah dengan membuat pernyataan verbal ataupun non verbal yang bersifat menyenangkan. Cara ini sangat membantu ketika memulai konseling pada kelompok baru. Contoh : Verbal :“super sekali” Non verbal : acungan jempol 2. Teknik Summary ( Meringkas) Summary adalah kumpulan dari dua tema masalah atau lebih dan refleksi yang merupakan ringkasan dari pembicaraan konseli .Teknik ini digunakan selama proses konseling terjadi. Setelah anggota kelompok mendiskusikan topic yang dibahas, konselor kemudian meringkas apa yang telah dibicarakan. Contoh : Konselor menginginkan kelompok nya untuk membuat ringkasan yang telah dibahas. 3. Teknik Pick-Up Konselor me...

Contoh Rencana Program Layanan (RPL) Konseling Kelompok Pendidikan Bimbingan Dan Konseling

R ENCANA PROGRAM LAYANAN ( Contoh dan panduan   Konseling  Kelompok ) Berikut adalah contoh dan panduan dalam penyusunan dan  pembuatan RPL BK dengan format Konseling kelompok, contoh berikut ini adalah desain sederhana dalam pembuatan RPL. dalam dunia pendidikan bagi seorang guru terutama guru bimbingan Konseling (BK)  mutlak harus mahir dalam menyusun dan membuat RPL yang tepat dan cocok untuk kegiatan yang digunakan, didalamnya harus memuat metode cara dan kegiatan dalam pelaksanaannya terperinci dengan jelas dan tepat agar tujuan dari kegiatan pembelajaran dapat tercapai. Ada perbedaan antara pembuatan RPL konseling Kelompok dan RPL BK untuk bimbingan kelompok, Setiap program yang akan dilaksanakan memiliki kriteria tersendiri. berikut ini adalah contoh RPL BK yang bertemakan Konseling Kelompok dan dikemas secara sangat sederhana dan simple dibeberapa artikel blog ini juga membahas tentang panduan dan contoh RPL Bimbingan kelompok. Mengingat dalam dunia p...

Perbandingan Antara UUD 1945, Konstitusi RIS, UUDS 1950 dan UUD 1945 Amandemen

  Analisis dan Perbandingan Antara UUD 1945, Konstitusi RIS, UUDS 1950 dan UUD 1945 Amandemen. A.    Pendahuluan Negara Indonesia yang berdiri pada tanggal 17 Agustus 1945, untuk menyempurnakan negara maka tanggal 18 Agustus 1945 Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) bersidang dan berhasil menetapkan dan mengesahkan Dasar Negara, memilih Presiden dan Wakil Presiden yaitu Soekarno dan Hatta hingga format negara “Republik” yang diinginkan terbentuk. Namun seoring berjalannya pemerintahan baru ini banyak menghadapi pergolakan politik dalam negeri serta usaha-usaha mempertahankan kemerdekaan yang mau tidak mau bersinggungan dan mempengaruhi jalannya pemerintahan dan kebijakan-kebijakan yang diprioritaskan bersifat “demi keberlangsungan negara”. Dalam menghadapi situasi seperti ini dapat di analisis beberapa perubahan dan pergantian Dasar Negara dalam periode-periode penting sejarah Indonesia. Secara umum negara kita mengalami proses percobaan...