Skip to main content

Posts

Showing posts from June, 2014

Motivasi dan Hasil Belajar Siswa

Pengertian Motivasi Seperti yang dikutip dalam Shaleh dan Wahab (2004 : 128), bahwa: “konsep terinspirasi dari kesadaran para pakar ilmu, terutama pakar filsafat, bahwa tidak semua tingkah laku manusia dikendalikan oleh akal, akan tetapi tidak banyak perbuatan manusia dikendalikan oleh akal, akan tetapi tidak banyak perbuatan manusia yang dilakukan diluar kontrol manusia”. Tampak bahwa manusia merupakan makhluk sosial yang memiliki kesempatan lebih yang mampu menciptakan dorongan bagi dirinya. Seorang ilmuan Chaplin (2001) seperti dikutip dalam Shaleh dan Wahab bahwa: “manusia di samping sebagai makhluk rasionalistik, ia juga sebagai makhluk yang mekanistik yaitu makhluk yang digerakkan oleh sesuatu di luar nalar yang biasanya disebut naluri atau insting”. Aspek dari diri manusia mendorong manusia untuk melakukan sesuatu hal yang tidak terduga dapat terjadi. Dalam hal ini kekuatan yang muncul mengakibatkan seseorang untuk menjadi yakin terhadap sesuatu yang ingin dicapai, di

Memahami Hasil Belajar dan strategi Belajar

Hasil Belajar Menurut Susanto ( 2013 :5) bahwa :“ hasil belajar yaitu perubahan-perubahan yang terjadi pada diri siswa, baik yang menyangkut aspek kognitif, afektif, dan psikomotor sebagai hasil dari kegiatan belajar ” . Perubahan perilaku sebagai hasil belajar mempunyai ciri-ciri tertentu, seperti yang dikemuka ka n oleh Makmun dalam Darmadi (2009:186) bahwa: Baca Juga :   Aspek- Aspek Penting Dalam Pembelajaran a.              Perubahan bersifat intensional, dalam arti pengamalan atau praktik latihan itu dengan sengaja dan        disadari dilakukan dan bukan secara kebetulan. b.             Perubahan bersifat positif, dalam arti sesuai dengan yang diharapkan (normative). c.       Perubahan bersifat efektif, dalam arti perubahan hasil belajar itu relatif tetap dan setiap saat       diperlukan dapat direproduksikan dan dipergunakan. Begitupun menurut Suprijono (2012:5) bahwa: Hasil belajar adalah pola-pola perbuatan, nilai, pengertian, sikap, apresiasi dan ketrampil

Penelitian Tindakan Kelas

Penelitian Tindakan Kelas Pengertian penelitian, seperti yang dikutip dalam Suyadi (2011 : 17-18) bahwa : “secara harfiah, penelitian tindakan kelas berasal dari bahasa Inggris, yaitu Classroom Action Research , yang berarti action research (penelitian dengan tindakan) yang dilakukan di kelas”. Menurut Arikunto (2006), seperti yang dikutip dalam Suyadi (2011-18) bahwa : Menjelaskan pengertian PTK secara lebih sistematis. a.     Penelitian adalah kegiatan mencermati suatu objek dengan menggunakan cara dan aturan atau metodologi tertentu untuk menemukan data akurat tentang hal-hal yang dapat meningkatkan mutu objek yang diamati. b.     Tindakan adalah gerakan yang dilakukan dengan sengaja dan terencana dengan tujuan tertentu. Dalam PTK, gerakan ini dikenal dengan siklus kegiatan untuk peserta didik. c.      Kelas adalah tempat di mana terdapat sekelompok peserta didik yang dalam waktu bersamaan menerima pelajaran dari guru yang sama. Upaya ini dilakukan untuk membantu pa

Definisi Model Pembelajaran dan Model Pembelajaran Role Playing

Memahami Model Pembelajaran Role Playing Pengertian model pembelajaran menurut Milss , seperti yang dikutip dalam Suprijono (2010 : 45) bahwa : “model pembelajaran adalah bentuk representasi akurat sebagai proses aktual yang memungkinkan seseorang atau sekelompok orang mencoba bertindak berdasarkan model itu”. Salah satu ciri model pembelajaran berdasarkan teori pendidikan dan teori belajar dari para ahli tertentu, sebagai contoh, model penelitian kelompok disusun oleh Herbert Thelen dan berdasarkan teori John Dewey, seperti yang dikuitp dalam Rusman (2013 : 136) bahwa : “model ini dirancang untuk melatih partisipasi dalam kelompok secara demokratis”. Hal ini menunjukkan muara daripada penerapan model pembelajaran mendorong para siswa untuk dominan berperan di dalam kelas dengan berkesempatan untuk ikut serta di dalam aktivitas belajar. Model Pembelajaran juga Mampu Meningkatkan Hasil Belajar Siswa . Baca Juga : Penelitian Tindakan Kelas PTK Pembelajaran kooperatif menurut Riy

Eksistensi Budaya Politik didalam kehidupan Masyarakat

 Memahami Budaya Politik Dalam Kehidupan Masyarakat   Setiap masyarakat terdapat apa yang dinamakan pola-pola perilakuan (pattern of behaviour). Pola-pola perilakuan tersebut adalah cara-cara bertindak atau berkelakuan yang sama daripada orang-orang yang hidup bersama dalam masyarakat yang harus diikuti oleh semua anggota masyarakat tersebut. Pola perilakuan sangat dipengaruhi oleh kebudayaan nya . Jadi kebudayaan adalah mengatur manusia agar dapat mengerti bagaimana seharusnya bertindak, berbuat, menentukan sikapnya kalau mereka berhubungan dengan orang lain. Budaya sebagai hasil dari manusia mewujudkan norma-norma dan nilai-nilai kemasyarakatan yang sangat perlu untuk mengadakan tata tertib dalam pergaulan kemasyarakatan. Dengan demikian, hakikatnya penciptaan norma-norma dan kaidah-kaidah adalah merupakan petunjuk-petunjuk tentang bagaimana manusia harus bertindak beperilaku di dalam pergaulan hidup yang diatur dan terbentuk melalui budaya politik Indonesia . Sistem nilai itul

Budaya Politik Di Indonesia

Memahami Budaya Politik Indonesia Untuk memahami budaya politik di Indonesia ada baiknya jika kita terlebih dahulu memahami tentang Budaya politik itu sendiri.Menurut Maksudi (2012 : 71) budaya politik indonesia bergerak diantara : 1. Subject-participant culture Tingkat partisipasi politik masyarakat dalam kehidupan politik terhadap Input-Input politik semakin tinggi, baik itu berupa tuntutan maupun dukungan terhadap pemerintah. Namun dalam waktu yang bersamaan masih ada sebaggian masyarakat yang masih tidak berdaya untuk mempengaruhi kebijakan sesuai dengan aspirasi mereka. Mereka ini adalah orang-orang yang termarginalkan atau terpinggirkan yakni yang tidak mampu dan miskin sehingga perhatian mereka hanya pada output sistem politik saja ketimbang perhatianya kepada proses input. Kondisi ini menunjukkan kepada kita bahwa di satu sisi sudah terdapat warga masyarakat yang telah termodernisasikan dengan baik, menjadi partisipan baik dalam sistem politik dengan terlibat

Orientasi Individu Terhadap Kehidupan Politik

Orientasi Individu dalam Politik Menurut Almond dan Powel. Bahwa orientasi individu terhadap politik meliputi tiga komponen yaitu : Cognitive orientations yaitu pengetahuan indidu mengenai masalah-masalah politik, peristiwa politik yang mungkin pengetahuanya yaitu luas dan sempit, akurat atau tidak. Individu mungkin memiliki tingkat pengetahuan akurat yang tinggi mengenai bagaimana seluruh sistem politik bekerja, siapa-siapa saja tokoh politik yang berperan dan yang sedang hangat dibicarakan dan sebagainya. Hal ini merupakan dimensi pengetahuan individu terhadap sistem secara keseluruhan. Affective orientatiaon yaitu perasaan keterikatan dan keterlibatan, penolakan dukungan, dan sebagainya mengenai masalah-masalah dan kejadian politik dan keputusan politik. Individu mungkin mempunyai perasaan atau penolakan terhadap sistem politik, barangkali oleh karena keluarga atau sahabatnya mempunyai sikap sehingga dia tidak menanggapi sistem politik. Oleh karena itu ia memberikan tang

Klasifikasi Budaya Politik (political clasification)

Memahami Klasifikasi Budaya Politik Realitas yang ditemukan dalam budaya politik , ternyata memiliki beberapa variasi. Berdasarkan orientasi budaya  politik yang dicirikan dan karakter-karakter dalam budaya politik, maka setiap sistem politik memiliki budaya politik yang berbeda. Gabriel Almond (Setiawan, 2012 : 124) mengajukan pengklasifikasian budaya politik sebagai berikut : 1.    Budaya politik Parokhial ( Parochial Political Culture ) yaitu tingkat parsipasi politik sangat   rendah, yang disebabkan faktor kognitif. 2.    Budaya Politik Kaula/Subjek ( Subjek Political Culture ) yaitu masyarakat sudah relatif Maju (baik sosial maupun ekonomi) tetapi masih bersifat pasif. 3.    Budaya Politik Partipan ( Participant Political Culture ) yaitu budaya politik yang ditandai dengan kesadaran politik yang sangat tinggi.             Dalam kehidupan masyarakat, tidak menutup kemungkinan bahwa terbentuknya budaya politik  masyarakat merupakan gabungan dari ketiga klafikas

Pengertian Budaya Politik

Memahami Pengertian Budaya Politik  Budaya politik merupakan pola perilaku suatu masyarakat dalam kehidupan benegara, penyelenggaraan administrasi negara, politik pemerintahan, hukum, adat istiadat, dan norma kebiasaan yang dihayati oleh seluruh anggota masyarakat setiap harinya. Budaya politik juga dapat di artikan sebagai suatu sistem nilai bersama suatu masyarakat yang memiliki kesadaran untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan kolektif dan penentuan kebijakan publik untuk masyarakat seluruhnya. Sebelum membahas budaya politik ada baiknya kita memahami pengertian politik itu sendiri. Menurut Maksudi (2012 : 52) Budaya politik adalah kecenderungan berperilaku individu terhadap sistem politik yang berlaku di negaranya. Budaya politik dapat dipandang sebagai landasan sistem politik, yang memberi jiwa atau warna pada sistem politik, atau yang memberi arah pada peran-peran politik yang dilakukan oleh struktur politik Almond dan Verba (Rahman, 2002 : 32) mendefini

Pengertian Politik

Asal kata dan pengertian Politik  Ilmu politik adalah cabang ilmu sosial yang membahas teori dan praktik politik serta deskripsi dan analisis sistem politik dan perilaku politik. Ilmu ini berorientasi akademis, teori, dan riset. Ilmuwan politik mempelajari alokasi dan transfer kekuasaan dalam pembuatan keputusan, peran dan sistem pemerintahan termasuk pemerintah dan organisasi internasional, perilaku politik dan kebijakan publik. Mereka mengukur keberhasilan pemerintahan dan kebijakan khusus dengan memeriksa berbagai faktor, termasuk stabilitas, keadilan, kesejahteraan material, dan kedamaian. Beberapa ilmuwan politik berupaya mengembangkan ilmu ini secara positif dengan melakukan analisis politik. Sedangkan yang lain melakukan pengembangan secara normatif dengan membuat saran kebijakan khusus. Studi tentang politik diperumit dengan seringnya keterlibatan ilmuwan politik dalam proses politik, karena pengajaran mereka biasanya memberikan kerangka pikir yang digunakan komentator lain,

Sifat dan Hakikat Kebudayaan

Memahami Sifat dan Hakikat Kebudayaan Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari. Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia. Beberapa alasan mengapa orang mengalami kesulitan ketika berkomunikasi dengan orang dari budaya lain terlihat dalam definisi

Pentingnya Kebudayaan Bagi Masyarakat

Fungsi Kebudayaan Bagi Masyarakat Kebudayaan mempunyai fungsi yang sangat besar bagi manusia dan masyarakat. Kebudayaan mengatur agar manusia dapat mengerti bagaimana seharusnya bertindak, berbuat, menentukan sikapnya kalau mereka berhubungan dengan orang lain. Apabila manusia hidup sendiri, maka tak akan ada manusia lain yang merasa terganggu oleh tindak-tindakanya. Pada kesempatan sebelumnya saya telah menjelaskan pengertian kebudayaan maka saya tidak akan bahas lagi disini.             Di bawah ini merupakan beberapa fungsi budaya menurut Ndaraha (2005 : 21-22) yaitu: Sebagai identitas dan citra suatu masyarakat. Identitas ini terbentuk oleh berbagai faktor seperti sejarah, kondisi dan posisi geografis, sistem sosial, politik dan ekonomi, dan perubahan nilai-nilai di dalam masyarakat. Sebagai pengikat suatu masyarakat. Kebersamaan adalah faktor pengikat anggota masyarakat yang kuat. Sebagai sumber. Budaya merupakan sumber inspirasi, kebanggaan dan sumber daya menghasil

Pengertian Budaya (culture)

Pengertian Budaya dan kebudayaan Kata kebudayaan berasal dari kata Sanskerta buddhayah, yaitu bentuk jamak kata buddhi yang berarti budi atau akal. Dengan demikian kebudayaan diartikan hal-hal yang bersangkutan dengan akal. Demikianlah budaya adalah daya dari budi berupa cipta, karsa dan rasa sedangkan kebuayaan adalah hasil dari cipta, karsa dan rasa itu. E.B.Tylor (Soekanto, 2003 : 172) mengatakan bahwa kebudayaan yaitu “kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum adat istiadat dana lain kemampuan-kemampuan serta kebiasaan-kebiasaan  yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat”. Kebudayaan mencakup kesemuanya yang didapatkan atau dipelajari oleh manusia sebagai anggota masyarakat dan kegunaanya agar sesuai dengan kepentingan sebagian besar atau dengan seluruh masyarakat. Pada kesempatan yang lain saya sudah menjelaskan tentang sifat dan hakikat kebudayaan itu sendiri Sedangkan konsep yang didefinisikan oleh Koentjaraningrat (2002

Memahami Pelayanan Publik (Public service)

Pengertian dan Pemahaman  Pelayanan Publik  Istilah publik  berasal dari bahasa Inggris yang berarti umum, masyarakat, negara kata publik sebenarnya sudah diterima menjadi bahasa Indonesia baku menjadi publik yang berarti umum, orang banyak, ramai. Pengertian umum pelayanan publik menurut keputusan menteri pendayagunaan aparatur negara nomor : 63/KEP/M.PAN/7/2003 adalah segala kegiatan pelayanan yang dilaksanakan oleh penyelenggara pelayanan publik sebagai upaya pemenuhan kebutuhan penerima pelayanan maupun pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-undangan. Dengan demikian pelayanan publik adalah pemenuhan keinginan dan kebutuhan masyarakat oleh penyelenggara negara. Negara didirikan oleh publik (masyarakat) tentu saja dengan tujuan agar dapat menjadikan  masyarakat yang lebih sejahtera. Penyelenggaraan pelayanan publik merupakan upaya Negara untuk memenuhi kebutuhan dasar dan hak-hak sipil setiap warga Negara atas barang, jasa, pelayanan administrasi yang disediakan oleh peny